Kamis, 11 Oktober 2012

Arti dan Makna Lambang SH Terate

1. Segi empat panjang
- Bermakna Perisai.
2. Dasar Hitam
- Bermakna kekal dan abadi.
3. Hati putih bertepi merah
- Bermakna cinta kasih ada batasnya.
4. Merah melingkari hati putih
- Bermakna berani mengatakan yang ada dihati/kata hati
5. Sinar
- Bermakna jalannya hukum alam/hukum kelimpahan
6. Bunga Terate
- Bermakna kepribadian yang luhur
7. Bunga terate mekar, setengah mekar dan kuncup.
- Bermakna dalam bersaudara tidak membeda-bedakan latar belakang
8. Senjata silat
- Bermakna pencak silat sebagai benteng Persaudaraan.
9. Garis putih tegak lurus ditengah-tengah merah
- Bermakna berani karena benar, takut karena salah
10. Persaudaraan Setia Hati Terate
- Bermakna mengutamakan hubungan antar sesama yang tumbuh dari hati yang tulus, ikhlas, dan bersih.
- Apa yang dikatakan keluar dari hati yang tulus.
- Kepribadian yang luhur.
11. Hati putih bertepi merah terletak ditengah-tengah lambang
- Bermakna netral

Sabtu, 08 September 2012

Varanus Salvator




Salvator termasuk salah satu diantara kadal terbesar di dunia. Biawak ini dapat hidup di habitat yang bahkan tidak mampu mendukung karnivora besar lainnya. Biawak hidup dihutan atau di dekat lahan basah termasuk sungai sungai dan rawa.
Biawak biasanya berwarna hitam atau kelabu sedikit kekuningan & biawak dewasa bisa tumbuh lebih dari 2m panjangnya dengan berat lebih dari 25kg. Biawak jantan biasanya lebih besar dari betina. Biawak yang masih kecil memiliki warna yang lebih cerah dibandingkan dengan yang sudah dewasa. Hampir di seluruh pelosok Indonesia terdapat biawak. Biawak berdarah dingin & lebih efisien dalam hal mencerna makanannya. Biawak makan ikan-ikan mati& apa saja yang dapat mereka telan. Dari serangga kecil jangkrik, kepiting, ular, telur, ikan bahkan bangkai, sampah  dan mayat.
Biawak lebih aktif disiang hari, mereka dapat mempertahankan suhu tubuhnya terus-menerus. Mereka melakukan ini dengan memilih sesuai iklim dalam habitat mereka; bersembunyi ketika panas, dan memilih tempat-tempat yang hangat ketika tidur di malam hari. Teknik berburu utama biawak adalah dengan mengejar mangsa yang telah dilihatnya. Seperti ular, mereka memiliki lidah bercabang yang tetap masuk dan keluar secara teratur untuk “mencium” mangsanya.
Biawak dapat berenang dengan baik dan bahkan pernah terlihat berenang di laut lepas. Mereka dapat menyelam tanpa mengambil udara hingga setengah jam. Selain itu, Biawak juga pelari cepat untuk ukuran tubuh mereka yang besar karena mereka memiliki otot kaki kuat. Biawak berlari lebih cepat dari pada manusia. Biawak juga ahli memanjat untuk mencari makanan atau untuk menghindari predator lain, mereka memanjatt pohon dengan menggunakan cakarnya yang melengkung kuat. Biawak muda kadang tinggal di pohon untuk keselamatan. Jika terpojok diatas pohon, biawak akan menggembungkan lehernya, mendesis keras, dan mengintimidasi predator lain dengan memukul menggunakan ekor mereka. Ketika terpojok, mereka akan menggigit dan mencakar. Biawak biasanya bersembunyi di tepi sungai.
Biawak berkembang biak dengan cepat. Betina yang lebih besar bisa menghasilkan sampai 40 telur per tahun. Perkawinan melibatkan banyak gigitan dan cakaran. Betina bertelur 4 sampai 6 minggu setelah berkembang biak. Biawak dapat hidup sampai 15 tahun.
Biawak masih sering diburu manusia karena diburu untuk daging dan kulit mereka, dagingnya termasuk sumber protein dan sumber pendapatan bagi masyarakat pedesaan. Di sebagian besar di daratan India, biawak sudah mulai punah. Di tempat lain, populasi biawak menurun tajam. Habitat juga mempengaruhi mereka. Sampai 1,5 juta kulit biawak diekspor setiap tahunnya terutama dari Indonesia ke Eropa, Jepang dan AS untuk dibuat menjadi aksesoris. Daging mereka dianggap lezat dan bisa dibuat obat untuk diabetes, untuk aphrodisiacs dan untuk menghilangkan  racun dalam tubuh. Kandung empedu nya diseduh untuk teh, berguna untuk mengobati jantung dan masalah hati. Beberapa Negara bagian di dunia memakai lemaknya untuk obat atau salep kulit. Tapi di  Sri Lanka, penduduk setempat melindungi mereka karena mereka memakan kepiting yang bisa merusak sawah.

Jumat, 30 Maret 2012

Hooligans

Istilah hooliganisme muncul sejak akhir abad ke 19, tepatnya pada 1898 di Inggris. Tak heran jika Inggris adalah gudang penghasil hooligan yang paling padat. Sementara studi mengenai suporter sepak bola dimulai akhir 1960-an. Sejak itu pula, ada kepedulian politis, sosial, dan media yang besar terhadap hooliganisme sepak bola Inggris.
Puncak aksi hooliganisme terjadi pada 29 Mei 1985 ketika suporter Liverpool menyerang suporter Juventus dalam final Champions Cup di Stadion Heysel, Brussel, Belgia. Peristiwa ini bermula dari pendukung masing-masing klub yang saling mengejek dan melecehkan. Kemudian, para pendukung Juventus mulai melemparkan kembang api ke arah pendukung Liverpool. Huru-hara pun meledak. Akibat peristiwa itu, 39 orang tewas mengenaskan.
Kisah-kisah kekerasan hooligan terus mewarnai dunia sepak bola, termasuk dalam pertandingan derby. Di Skotlandia, yang paling sering terjadi adalah perang antar-suporter Glasgow Celtic dan Glasgow Rangers. Celtic adalah klub yang dianggap mewakili agama Katolik, sedangkan Rangers mewakili Protestan.
Masing-masing hooligan siap bertaruh nyawa. Suporter Rangers sering menamakan diri Billy Boys, yakni geng yang menghabisi umat Katolik Glasgow semasa Perang Dunia I dan II. Akibatnya, derby kedua klub ini selalu panas. Pendukung kedua klub pun sering terlibat bentrok sebab setiap Celtic dan Rangers bertanding, olok-olokan suporter saling menyerang identitas agama kedua pihak.
Di Italia, pertandingan derby Inter Milan versus AC Milan disebut-sebut sebagai perang kaum miskin (Milan) melawan kaum kaya (Inter). Konteks yang sama terjadi pula di Turki. “Derby Istanbul” yang memertemukan Fenerbahce versus Galatasaray adalah pertandingan yang dianggap sebagai perang kaum miskin (Fenerbahce) versus aristokrat (Galatasaray).

Kamis, 08 Maret 2012

Dunia Reptil Kembali Berduka

Selamat Jalan Yudha App


Innalillahi wainnailaihi rojiun, telah berpulang ke Rahmatullah rekan kita dari RNC yaitu Yudha App tadi malam, meninggal kerena terkena gigitan king kobra,semoga almarhum di terima di sisi-Nya, amal ibadahnya dan semoga keluarga yang di tinggalkan di beri ketabahan, saat ini hanya doa kita yg sangat brguna bagi almarhum, amiin :) *pesan yg dpat d ambil adalah berhati-hati apabila bermain ular venom, safety is no 1

KING COBRA

Kronologis: 
Almarhum mendapat kiriman king cobra uk.1m, bisa dibayangkan untuk ukuran king cobra segitu lagi lincah2nya, dan jarak handle juga minim beda banget dengan kita handle king ukuran.2m up psti akan lbh sdikit leluasa,nah mungkin emang lagi apes atau emang sudah taqdir juga semua itu sudah kehendak yang maha kuasa, ini pelajaran buat kita semua,wajib berhati-hati jika memelihara ular high venom..
King Cobra


hasil jepret model Danbo

Anniversary 6th with Cessa

gak kerasa kalo uda 6 taun bersama hyas
sedih, tertawa, marah sudah kami rasakan bersama
gak mudah jalani suatu hubungan selama ini
banyak cobaannya

( Still with me Dwi Nurhyas )

Selasa, 06 Maret 2012

Hak Dan Kewajiban Bank dan Nasabah



1. Apakah yang termasuk fungsi utama perbankan sesuai pasal 3 UUP?
Fungsi utama perbankan sesuai pasal 3 UUP adalah sebagai penghimpun dana dan penyalur dana masyarakat.
2.Sebutkan tiga tugas utama bank!
Tugas utama Bank:
- Menetapkan dan melaksanakan kewajiban moneter
- Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran
- Mengatur dan mengawasi bank
3. a. Sebutkan Hak dan kewajiban BANK
Hak BANK :
  • Mendapatkan provisi terhadap layanan jasa yang diberikan kepada nasabah.
  • Menolak pembayaran apabila tidak memenuhi persyaratan yang telah disepakati bersama.
  • Melelang agunan dalam hal nasabah tidak mampu melunasi kredit yang diberikan kepadanya sesuai dengan akad kredit yang telah ditanda tangani kedua belah pihak.
  • Pemutusan rekening nasabah (klausul ini banyak dalam prakteknya).
  • Mendapatkan buku cek, bilyet giro, buku tabungan, kartu kredit dalam hal terjadi penutupan rekening.
Kewajiban BANK :
  • Mengembalikan agunan, ketika kredit telah lunas.
  • Menjamin kerahasiaan identitas nasabah beserta dana yang disimpannya di bank, kecuali ketika peraturan perundang-undangan menentukan lain.
  • Membayar bunga simpanan sesuai dengan perjanjian.
  • Menganti kedudukan debitor dalam hal nasabah tidak mampu melaksanakannya kepada pihak ketiga.
  • Memberikan laporan kepada nasabah terhadap perkembangan dananya di bank.
    b. Sebutkan Hak dan kewajiban NASABAH
Hak NASABAH :
  • Mendapatkan layanan jasa yang diberikan oleh bank, seperti fasilitas ATM, dsb.
  • Mendapatkan laporan atas transaksi yang dilakukan melalui bank.
  • Menuntut bank dalam hal pembocoran rahasia nasabah.
  • Mendapat agunan kembali setelah agunan lunas.
  • Mendapat sisa uang pelelangan dalam hal agunan dijual untuk melunasi kredit yang tak terbayar.
Kewajiban NASABAH:
  • Mengisi dan menandatangani formulir yang disediakan oleh bank, sesuai dengan layanan jasa yang diinginkan oleh nasabah.
  • Melengkapi persyaratan yang telah ditentukan oleh bank.
  • Membayar provisi yang telah ditentukan oleh bank.
  • Menyetor dana awal yang telah ditentukan oleh bank.
  • Menyerahkan buku cek/giro bilyet tabungan.

Senin, 20 Februari 2012

Tentang Sutan Harhara

SUTAN HARHARA

PILAR TIM GARUDA YANG DISEGANI

Di era 1970-an, pemain yang populer di indonesia selalu dari jajaran straiker, gelandang, atau kiper. Tapi ada pengecualian buat Sutan Harhara. Anak Kota (Jakarta Pusat) yang berposisi sebagai defender ini begitu spesial, hingga media massa tak mau melewatkan setiap aksinya yang memang layak jadi cerita. Wajar jika Sutan Harhara termasuk langka. Defender yang bisa dibilang sama populernya dengan penyerang kenamaan saat itu. Sebut saja Andi Lala, Anjasmara, dan Iswadi Idris.

Permainannya pun langka. Sebagai defender, dia termasuk serbabisa. Ketika dipasang sebagai libero, dia sangat jago. Saat diplot sebagai bek kanan atau kiri, dia tetap tangguh. Suka maju ke depan, tapi tak melupakan tugasnya sebagai pengawal pertahanan. Di klubnya, Persija, maupun timnas Indonesia, dia termasuk salah satu pilar. Bahkan, di era 1970-an, Sutan Harhara identik dengan jaminan kuatnya pertahanan Tim Garuda.

Hal langka lain dari seorang Sutan Harhara adalah kakinya. Sebagai pemain, dia termasuk spesialis kaki kanan (right footed). Maksudnya, kaki sebelah kanan jauh lebih baik daripada kaki kirinya. Namun, dia bisa memerankan bek kanan atau kiri dengan sama baiknya. Kemampuan istimewa itu sudah terlihat sejak dia masih muda. Begitu ditransfer dari Indonesia Muda (IM) ke Jayakarta pada 1973, dia langsung menarik perhatian banyak orang. Bahkan, pemain hebat waktu itu, Iswadi Idris, sempat memujinya. Menurut Iswadi, Sutan termasuk pemain yang berbakat.

Benar juga, saat membela Jayakarta di kompetisi Persija, dia menjadi salah satu bintang. Bahkan, dia membawa klub tersebut promosi dari Divisi II ke Divisi I, sampai akhirnya naik ke Divisi Utama.

BERGAYA TOTAL FOOTBALL

Tak kalah menarik, Sutan memiliki gaya tersendiri. Dia pengagum Total Football yang pada 1974 sangat populer diusung timnas Belanda. Meski di Indonesia waktu itu identik dengan skema 3-5-2 dan belum mengenal sepak bola yang sangat menyerang itu, Sutan berani menerapkan gaya itu dalam permainan individunya. Sebagai bek sayap, dia aktif membantu serangan. Saat timnya menekan, dia cepat berada di wilayah lawan. Bahkan tak jarang, serangan itu berawal dari akselerasinya di sektor sayap. Meski begitu, dia tak pernah lupa turun untuk memastikan pertahanan timnya aman.

Apalagi, Sutan dibekali teknik passing yang baik. Sehingga, dia banyak membuat assist buat para penyerang Indonesia. Terkadang dia juga mampu memanfaatkan peluang menjadi sebuah gol. Gaya permainannya itu yang membuat permainan Sutan jadi sangat menarik ditonton. Pertama, dia mengambil inisiatif sendiri untuk menjadi bek sayap yang aktif menyerang maupun bertahan ala total football. Kemudian, para pelatihnya menyetujui, bahkan mendukungnya.

Sutan bukan hanya bagus ketika menghadapi pemain-pemain lokal. Tapi juga teruji mampu mematikan bintang dunia. Saat Ajax Amsterdam datang ke Indonesia pada 1974, Sutan berhasil mengawal Gerth van Zanten. Bintang Ajax itu dibuat tak berkutik. "Saya waktu itu berada di kiri. Karena kesulitan melewati saya, dia tampak frustasi kemudian pindah ke kanan. Saya melawan Ajax dua kali. Saat membela Persija bermain imbang 1-1, dan saat membela timnas kalah 1-2," kenang Sutan.

Sutan juga pernah merasakan melawan timnas Denmark. Kala itu Sutan berhasil mematikan bintang mereka: Alan Simonsen. Sutan juga pernah berpengalaman melawan timnas Uruguay, Rapid Viena (Austria), dan Rosario Central (Argentina). Pengalaman itu membuatnya pemain yang begitu matang, hingga berkarier cukup lama.

Yang tak kalah penting, dia meninggalkan banyak catatan indah dalam persepakbolaan Indonesia. Meski tidak pernah membawa Indonesia juara di suatu turnamen, permainannya yang agresif dan menarik membuatnya dikenang sebagai salah satu pilar Garuda yang begitu tangguh. Di masanya, timnas Indonesia ditakuti di tingkat Asia.

FAKTA HARHARA.

Nama Lengkap: Sutan Harhara
Lahir: Jakarta, 19 Agustus 1952
Karier Pemain:
IM Jakarta (1972), Jayakarta (1973-1980), Persija Jakarta (1972-1980), timnas Indonesia (1972-1980)
Prestasi:
Juara Suratin Cup 1972, juara Kompetisi Perserikatan 1973 & 1975 (PERSIJA), Juara PON 1974 (DKI Jakarta)

Minggu, 12 Februari 2012

Neo Reptile

NEO REPTILE
Ngalam Reptil Evolution ( NEO ) merupakan salah satu wadah bagi para pecinta Reptile di daerah Malang Raya
Saat ini anggota NEO sudah lebih dari 100 orang dan saat ini NEO akan mengadakan Bursa Reptil serta Contest Reptile dengan Level Bertaraf Nasional yang akan diadakan pada bulan Maret pada tanggal 21 hingga 25 maret, Lokasi bertempat di Mall Dieng


Kamis, 09 Februari 2012

Persebaran
Soa Layar ( Hydrosaurus sp.) atau dalam bahasa Inggris disebut sailfin dragon (Soa Soa) merupakan kadal semiakuatik yang dapat ditemukan di Asia tenggara khususnya Indonesia, dan filipina. Terdapat dua spesies di Indonesia yaitu H. weberi dan H. amboinensis, sedangkan H. pustulatus hidup di Filipina.
Soa layar dapat hidup lama bila dipelihara dengan baik. Hewan ini sangat menyukai air, sehingga diperlukan tempat air yang besar agar bias berendam. Panjang kadal dewasa mencapai 40 inchi atau 120 cm

Kandang
Satu Soa layar muda dapat di pelihara pada terrarium dengan volume 35 sampai 50 galon. Dilengkapai dengan ventilasi untuk pertukaran udara. Kadal jenis ini lebih baik dipelihara secara soliter, akan tetapi dapat pula dipelihara dalam jumlah banyak. Suhu siang hari yang idela  dengan kisaran antara 24 – 29 °C, sebagai tambahan suhu untuk berjemur sekitar 32 – 35 °C. pada malam hari suhu yang ideal bagi Soa layar antara 18 – 24 °C. kelambapan yang dibutuhkan sampai dengan 70 %. Soa layar juga membutuhkan sinar ultraviolet untuk menjaga kesehatannya selama 12 jam perhari.

Makanan
Soa Layar merupakan binatang omnivore. Makanan mereka meliputi serangga, sayuran dan buah-buahan. Cacing, belalang, laba-laba, tikus, pinkies, ikan dan udang merupakan makanan yang tidak lazim dikonsumsi soa layar dan dapat berakibat buruk. Pastikan ketika memberi makan larva atau serangga muda dan tikus tidak berlebihan atau dibatasi, sebeba makanan tersebut dapat menimbulkan lemak berlebih dan kadal akan terlihat gendut dibandingkan dengan bentuk ideal kemudian berakhir dengan penyakit hati. Beberapa makanan berprotein tinggi lain yang dianjurkan yaitu makanan anjjing kering, tahu, dan telur rebus.

Senin, 06 Februari 2012

Pokemon Layar sama Pokemon Payung

hadeh....liat potonya...liat potonya...dan liat potonya lagi.....
saya pengen beli pokemon layar sm pokemon payung...di bawah ini....

Pokemon Payung
Pokemon Layar

Sabtu, 04 Februari 2012

Couple


Still With Me


Jangan pernah menganggap hal biasa seorang yg memberi perhatian yang tulus padamu, karena akan menjadi sangat luar biasa disaat kamu rapuh dan terjatuh.


couple
ini cewek selalu ngikut kemana aja saya pergi,,heheheh,,still with me cessa...

rainbow

baby monster
M&M
yummi

Jumat, 03 Februari 2012

Sailfin Dragon (Hydrosaurus/Soa Layar)


Sailfin Species
The sailfin dragon is also called the sailfin lizard, Soa Soa, and hydrosaur. Hydrosaurus amboinensis is from New Guinea and Indonesia (Moluccas and Celebs). Hydrosaurus pustulatus is from the Philippines. (Note that at least one of my sources spells it as Hydrosaurus pustulosus.) Hydrosaurus weberi, or Weber's sailfin lizard, is from the Moluccas. I had a Hydrosaurus pustulatus. The pet store said she was a Hydrosaurus weberi; a breeder who saw my lizard's picture on this page said H. pustulatus which I have verified by photo comparison. The May 1998 issue of Reptiles magazine had the first color photos I had seen of all three Hydrosaurus, and this seemed to confirm that I had a Hydrosaurus pustulatus. Weber's sailfin lizards are the most colorful. They are bright green with black marks.
The Philippine's sailfin lizard, Hydrosaurus pustulatus, begins life mostly as a brown lizard. Later, they develop highlights around the mouth and upper dorsal sailfin (back of the neck) that are blue or purple as can be seen in pictures of my sailfin. Both sexes have these highlights. The tail crest on my female was pretty impressive. Her laying an egg though proved her to be a female. Males have even more blue around the lower mouth and larger crests than my female.
While Philippine's sailfin lizards get a lot of purple and blue, H. amboinensis does not get much color. Most of the sailfin lizards coming in to the USA in the late 90's and early 00's were H. amboinensis while during the early 90's, it was H. pustulatus. Both are often mistakenly called Weber's sailfins which are in fact a totally different species although many people disagree. The Philippines no longer allows the exportation of H. pustulatus.
Size and Behavior
Males can grow to 3.5 to 4 feet but three feet is an average, including tail. Females are a few inches smaller than males. Weber's sailfins are a bit smaller. Because they are fairly delicate, prone to mouth rot and parasites, and like to smash into the tank (flight behavior), they are not good for beginners. Sailfin lizards not only will beat themselves silly trying to escape cages and bounce around like imbeciles but will rub their noses raw in extreme cases. When Einy did this, I said she was having a spasm. This is "normal" for sailfins. It is important not to have much of the cage sides see-through since the lizards think they can get through. This said, I was a beginner to reptiles when my mother brought our surprise new pet home on a whim. One excellent quality that sailfin lizards possess is that they do not normally bite. At least Einy and a sailfin lizard belonging to one person who e-mailed me have never tried to bite us.
Sailfins can appear to walk on water by running on their back feet. They also have a vestigal third eye on top of their head. This eye cannot actually see but can sense light levels.
Lifespan
Sailfins live 10 years or more. Einstein lived to almost 15 years old! There was a documented Hydrosaurus amboinensis that was more than 15.5 years old. Angela Goodson whose e-mail is AGoodson@Tax.State.ID.US has/had a sailfin lizard who is/was 14 years old and 4 feet long as of 4/29/00. Her sailfin is/was a female named Arnold (like Einy, she thought Arnold was male until the eggs arrived) but she is not sure which species of sailfin that she is. Arnold has run of the house!




Cage

Larger cages are best since sailfins grow to 2 to 3 feet for Weber's sailfins and larger for other species. Large glass tanks with mesh lids or custom made wire and wood cages all work well. Be sure to include a large container for water. Sailfin lizards LOVE to swim. They also prefer to defecate in their water so it must be changed often (daily) and/or filtered. I have heard that two sailfins will not get along unless they are a breeding pair in a large cage. It is hard to find any tanks suited for semi-aquatic lizards. Such a tank must hold water, have bottom drains, vents, holes for electrical lines, ramps, sturdy mesh lids, and a lot more. There are "lizard tanks" but these cannot hold water! There are aquariums but these cannot be drilled! I ended up just getting a 120 gallon aquarium and living with the inconvenience. An ideal cage would be about 5 feet long, 3 feet wide, and 6 feet high for a single sailfin. If you can find such a cage for sale, please e-mail me!




Sexing and Breeding

Males have larger sailfins on their back and tail, enlarged nasal knobs, and larger pre-anal and femoral pores. Juveniles can be sexed by probing (only if you know what you are doing). Sexing is determined by the size of the sail and femoral pores, with males' being larger. It helps to have color photos or live specimens for comparison. Males also may have more green and/or blue coloration.
Apparently, sailfins are not the most willing breeders. Thus, if you can get your sailfins to breed, you are lucky. Not only will you increase their numbers, decrease capture of wild specimens, and enjoy them, but turn a nice profit too. They used to sell for about $70-150 each depending on species, availability, sales, etc. but now expect to pay many hundreds for one. Females need a dirt-like substrate to lay eggs. They should be incubated elsewhere at about 82-85 degrees F for about two months or 65 days. Females start laying after the age of two. They lay about 8-11 eggs once a year in the late spring after breeding a few months earlier. Find the book, The General Care and Maintenance of Green Water Dragons, Sailfin Lizards and Basilisks by Philippe de Vosjoli, Advanced Vivarium Systems, 1992 for more information on breeding or contact another breeder. I can also give you the e-mail addresses of a few people who have actually bred sailfins if you need to contact them, or better yet, join the Yahoo sailfin group. Many sailfin lizards are still taken from the wild where their numbers are dwindling so that captive breeding needs to increase if people want to buy them.




Lighting and Heat

Sailfin lizards prefer a range of temperatures from the upper 60's during nights in the winter to the upper 90's under their heat lamps most of the year. One source I have says a gradient of 76 to 88 degrees F during the day and 70 to 75 degrees F during the night. Another source says 84 to 88 degrees F during the day and 75 to 80 degrees F at night. They require sources of heat. These should include incandescent spot or heat lamps and a bottom source of heat. Either a hot rock or undertank heater will work. Lizards can get burnt on hot rocks so be careful. Adding slate on top can help prevent this. One can also cover three sides of the tank with cardboard to retain heat. Obviously, cages with metal bars will release most of the heat to the room. In that case, either heat the room or hope the lizard knows to go to the heat sources. Besides light for heat, they also need full spectrum lighting to thrive. In addition to making them feel awake and alive, the full spectrum lighting helps them manufacture and/or process vitamins (Vitamin D).




Humidity

This is the area where I had the most difficulty, trying to keep the humidity high. Sailfins are tropical and come from areas with high humidity. Their humidity should be 65% but they may tolerate as low as 35% short term. Ways to increase humidity include large water dishes, aeration of the water, increasing heat, partial covering of the lid (or sides in an open cage), water drippers, heating the water with a heater or undertank heater, and frequent misting. I tried all of these but the humidity never got above 25% and only when Einy spilled a lot of water. Usually the humidity was under 10% even though almost half the tank was a 10 gallon vat of water to swim in. Because of this, Einy lost four or more of her toes. When she shed, the skin dried and cut the circulation off.
On 6/24/05, Wade suggested that one can make a humidity pan using peat moss in a pan with a few cups of water. The damp moss holds water for a while and raises the humidity.




Other Supplies

There should be some sort of substrate. It can be something like CareFresh (see rabbit bedding), shredded newspaper (can stain), wood chips or bark chips (most frequently used), pebbles, corn cobs, or carpeting. I use tight carpeting (sold as reptile carpeting or turtle turf) even though I have heard that it is bad since the lizards can get their toes stuck in it (Einy never did). It was easy to scrub down every few weeks, and I replaced it twice a year. I mentioned the water pool which is essential for drinking, swimming, and defecating. Smooth (no sharp edges) rocks, driftwood, logs, fake grass and plants, and some live plants should be added so the tank is not boring although none of these are necessary except for a place to hide. Sailfins will beat themselves against the glass in attempts to escape from people. Mine felt safest in and slept in her log when young. Also, three sides of a glass cage should be covered with either aquarium backdrops, cardboard, etc. on the outside. This makes slamming into the glass occur less often. Sailfins also need a dish for their plant food. As Einy matured, she decided that anything that looked like a plant should be eaten, even if it was plastic so be sure to remove fake plants and ornaments if the lizard decides to eat them.




Food

Sailfin lizards are omnivorous. They should have about one half animals to eat and one half plants to eat as adults. Alternate animal feedings with plant feedings. I alternated every other day. Hatchlings eat about 30% plants and 70% animals. Adults eat about 50/50 plants and animals.
Animal Foods:
The animals include a lot of crickets, king mealworms (sometimes called superworms but really beetle larvae), and perhaps others. The others, some of which I have tried but which Einy did not attempt to eat, include regular mealworms, wax worms, small fish (goldfish, guppies, or rosy red minnows are all sold as "feeders"), and pinkies (baby mice which I refused to try). Before giving crickets and king mealworms to the lizard, shake them around with some reptile vitamins. I used two kinds together which taut different uses. I did not kill or incapacitate crickets or king mealworms before feeding. Some people do this to ensure the insects do not bite or harm the lizard. I never had this problem. I have never been bitten by a cricket or mealworm either but I was warned that I would.
A number of people in the Yahoo sailfin group said that their sailfins enjoyed a turkey dinner for Thanksgiving 2004. They liked turkey and sweet potatoes. I gave Einstein a piece of turkey on 11/28/04 (we had an extra Thanksgiving that day). After a short while, she picked it up but then dropped it and never ate it.
The sailfin group mentioned roaches enough that I decided to buy some for Einstein. You can read about how that went and all about roaches on my roach page. Einstein ate the first one I gave her and then basically never again. Some sailfin owners also buy butterworms or silkworms for their lizards but I have not tried those. The year of the 17 year locusts, Einstein enjoyed eating those cicadas.
Plant Foods:
Plant foods include probably hundreds of species of fruits and vegetables. I routinely gave grated carrot, squash, and zucchini; torn up kale, collard greens, spinach, and romaine; cut up apple, pear, grapes, cucumber, strawberries, cantaloupe, honeydew melon, and other berries and melons; and others when I have them for the other animals. Grapes were by far Einy's favorite; I had to peel and chop them for her! Grated carrot was the only plant that Einy got every other day no matter what (since I have rabbits). One sailfin owner says her lizard eats wheat bread.




Housing, Feeding, and Breeding Crickets and King Mealworms

Check out my mealworm page for information on regular and king mealworms.
Check out my new cricket page for information on crickets.
Insect Care:
I kept about six dozen crickets and four dozen mealworms at a time in two 2 gallon plastic aquariums as well as other cages when there were adults and babies. On 1/19/05, I actually had seven insect cages. Larger cages and 10 gallon glass aquariums are good. Kept in too small containers, they will die and/or you will have to clean up often. Provide pieces of cardboard egg crates, toilet paper rolls, and paper towel rolls for them to stand in and hide. Crickets and king mealworms eat dry powder foods that you can buy from reptile suppliers. They much prefer fresh fruits and vegetables. Basically, any of the plants that I listed above for the lizard can be fed in smaller portions to crickets and king mealworms. The king mealworms like a carrot to bore into. To provide water, wet a paper towel and ball it up, removing most of the water. They will suck water out of it. If you provide water in a dish, they will drown and make a mess. Without water, both insects will die shortly.
Cricket Breeding:
My crickets bred on their own in the lizard's cage which was warm and moist. Warmth and moisture are the keys to breeding crickets. Baby crickets left in with the lizard grew up fine (until I went to clean the cage) but if I tried to raise them separately; they grew super slow (perhaps it was too cold). My female crickets liked to lay their eggs in the carpet in my lizard's tank. Putting a small piece of carpet (not plush, dense and short) in their breeding cage would probably work very well. The eggs are white/yellow and not see-through. They are very long but not wide. The female will lay them in clumps from her ovipositor in a damp (but not wet) and dark spot. The newborns are easy to overlook or think to be some minute pest. In my experience, crickets grow pretty slowly. Read more on crickets on my new cricket page.
My Success Breeding King Mealworms:
Occasionally, one of my mealworms will pupate into a beetle. I had a male beetle for almost a year before another beetle developed. These two beetles did mate (I witnessed this; the male's apparatus protrudes) but the female either did not lay, or I tossed the eggs out during the weekly cleanings. The male died soon after mating (he was a year old). I had not previously had any luck getting baby mealworms until I read to use cork bark on which for them to lay. I began collecting rolled up king mealworms when I cleaned Einy's cage. They pupated, and I soon had about six adult beetles. They were put in a 2 gallon plastic cage with egg crate, damp paper towels, food, and a piece of cork bark. Every week, I checked the bottom for any sign of life. Finally, I began seeing itty bitty worms. I poured them into a 1 gallon plastic cage and put in a generous helping of cricket food (basically oatmeal and such). They hid and ate and grew bigger and bigger. After a few months, some became large enough to pick up.
You will note that I did one thing very different from the typical method for breeding. I did not put the larvae (big worms) into individual containers and cool them or otherwise try to induce them to pupate. I simply fed them very well, provided wet paper towels (changed every two days), and put them into the lizard's tank. As she did not eat them all, some bored into a log I have in with the lizard and chewed some wood. Then, they hid in a dark spot under the rug or behind the log and rolled up. I used to think these rolled up worms were dead! Then, I finally realized they were in the first stage of pupation (they will NOT move then). Once white pupae, they do wiggle if you touch them. I put any rolled up mealworms or pupae in with the other beetles. After a few weeks, the beetles emerged. I have yet to see that moment! The newly emerged beetles are brown/white and soft. After a few days, they turn totally black and hard.

Soa Payung

calon peliharaan saya yg baru

Soa Payung (chlamydosaurus kingii) Caresheet

Nama Lain: Frilled Dragon
Nama Latin: Chlamydosaurus kingii

Merupakan kadal yang berukuran relatif besar, dapat mencapai ukuran sampai sekitar 90 cm. Dapat berlari di atas dua kakinya. Habitat aslinya adalah di Australia dan Papua Nugini. Bersifat arboreal yang berarti menghabiskan waktu sebagian besar di atas pohon, dan hanya turun jika sedang mencari makan atau ketika sedang mempertahankan daerah tritorialnya. Kadal jantan umumnya lebih panjang daripada kadal betina, berkembang biak pada musim hujan, yaitu pada bulan September sampai Oktober. Pejantan akan saling bersaing, mengembangkan payung dan saling menggigit untuk mendapatkan perhatian betina. Masa bertelur pada bulan November sampai FebruariTelur diletakkan di sarang 5-20 cm di bawah tanah, dan biasanya di daerah cerah. Inkubasi membutuhkan dua sampai tiga bulan. Jenis kelamin ditentukan berdasarkan tingkat suhu , pada suhu tinggi maka bayi yang akan menetas adalah betina, dan suhu menengah (29 sampai 35 ° C) menghasilkan jumlah yang sama jantan dan betina.

Makanan dan Air

Soa Payung adalah omnivora, mereka dapat memakan serangga, buah dan sayur (daun-daunan, kentang manis, wortel dan kacang-kacangan). Mereka lebih menyukai serangga (contoh: jangkrik, ulat sutra, ulat hongkong, ulat lainnya), mereka juga makan sayur dan buah.
Campurkan sedikit calcium/multi-vitamin supplement setiap hari nya. Dapat dilakukan dengan merendam jangkrik / sayur (bisa menggunakan scott emulsion) untuk ukuran baby dan kecil. Pencampuran vitamin ini dapat juga diberikan setiap 2 hari untuk ukuran dewasa.
Pastikan air selalu bersih. Gantilah setiap hari nya untuk menjamin kesehatannya. Masukkan makanan ke dalam air dan pastikan selalu menyediakan tempat minum. Soa Payung tergolong reptil yang mendapatkan air dari makannya.
Air, Suhu Udara dan Kelembapan
Pastikan suhu udara berkisar 22-24celsius pada malam dan suhu siang hari 29 – 32celsius dengan tempat berjemur berkisar 37celsius. Jangan menaruh soa payung dibawah suhu 19 karena akan berakibat buruk pada kesehatannya. kelembapan berkisar di 55% – 65%. Maximum kelembapan soa payung adalah 75% tanpa mempengaruhi kesehatan pernapasannya.
Gunakan lampu pemanas, a flourescent dan UVB , tidak lupa sinar matahari untuk vitamin alaminya

Kandang
Gunakan koran, tissue dan karpet reptile. Penggunaan pasir dapat membuat efek buruk bila tertelan khususnya untuk soa payung muda. Untuk ukuran dewasa bisa juga menggunakan lapisan kandang koran, tissur atau bahan lainnya yang aman bila tertelan. Soa payung membutuhkan minimal 120cm x 90cm untuk ukuran dewasa. Ukuran lebih besar akan sangat disarankan karena soa payung adalah hewan yang sangat aktif. Pastikan ada rantik dan batu untuk memanjat. Untuk ukuran yang masih kecil/muda, ukuran 30 – 55 gallon tank dapat digunakan tapi ada baiknya menyiapkan kadang lebih besar sebagai persiapan.

Kamis, 02 Februari 2012

R.I.P Raden Mas Arjuno karna gigitan ular micropeschis ikaheka

  <== Dalam Kenangan
Saya beserta Keluarga Besar NEO Reptile Malang, Mengucapkan Turut Berduka Cita atas Meninggalnya Kawan kami sesama pecinta Reptil yang bernama Raden Mas Arjuno, yang meninggal dikarenakan gigitan Ular jenis micropeschis ikaheka.
Selamat Jalan Kawan. Semoga Amal Ibadahmu diterima disisi-Nya...Amin..Amin....




Micropeschis ikaheka merupakan ular asli Papua New Guinea. Ada 3 kelompok micropeschis ikaheka,dibagi berdasarkan warna sisik, yaitu hitam, coklat, dan kuning. walaupun micropeschis ikaheka mempunyai penyebaran luas di daerah Papua New Guinea, namun tiap kelompok ular memiliki daerah penyebaran yang spesifik dan terbatas. Ular jenis micropeschis ikaheka tergolong dalam ular High Venom ( Berbisa Tinggi ).

Sebuah Skripsi

Entah dari mana datangnya nama itu???
Entah siapa penemu nama itu???
Entah siapa yang memulai mengerjakan itu???
Sampai sekarang saya masih belum mendapatkan jawabannya...

Sebuah Skripsi..yang dapat merubah kawan-kawan saya Kesal...
Sebuah Skripsi..yang dapat merubah kawan-kawan saya Marah...
Sebuah skripsi...yang dapat merubah kawan-kawan saya Sedih...
Dan sebuah Skripsi juga yang dapat membuat mereka menangis...

Hanya karna Sebuah Skripsi mereka dapat menjadi kesal,marah,sedih,dan menangis....
Namun akhirnya karena Sebuah Skripsi pula mereka dapat Tersenyum dan Tertawa Gembira...
itulah Skripsi yang dapat merubah mereka semua..

onEight